English | Mari Bicara  

 

  Perjalanan Kami

1937
  • Kunjungan ahli geologi Inco
    Seorang ahli geologi, Flat Elves, dari Inco Limited yang berpusat di Kanada diundang oleh sebuah perusahaan eksplorasi dari Belanda untuk mengkaji pembentukan nikel laterit di Sulawesi. Dia lalu mengunjungi Sorowako.
    Kunjungan ahli geologi Inco
1968
  • Kegiatan eksplorasi dimulai

    Exploration and feasibility studies commenced
    Image
    Eksplorasi dan studi kelayakan dilakukan.
  • Kelahiran PT Inco
    PT International Nickel Indonesia (PT Inco atau PTI) resmi didirikan sebagai anak perusahaan Inco Limited.
    Kelahiran PT Inco
    25 Juli 1968
  • Kontrak Karya pertama

    PT Inco menandatangani Kontrak Karya pertama dengan pemerintah Indonesia yang telah menyetujui hak melakukan penambangan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah selama 30 tahun – berlaku sejak produksi komersial pertama (1 April 1978 – 31 Maret 2008).
    Image
    Kontrak Karya pertama
    27 July 1968
1970
  • Sampel pertama dikirim ke Ontario

    Pengiriman 50 ton sampel bijih besi dikirim ke pusat penelitian Inco di Port Colborne, Ontario.
    Image
    Sampel pertama dikirim ke Ontario
1973
  • Pembangunan prasarana dimulai

    Sekitar 10,000 pekerja asal Indonesia dengan 1,000 pekerja dari luar negeri bersama-sama membangun prasarana penambangan, pabrik pengolahan, akses jalan, kota, pelabuhan, bandara dan infrastruktur yang diperlukan di Sorowako,
    Image
    Pembangunan prasarana dimulai
1977
  • Peresmian prasarana fisik dan pengolahan di Sorowako

    Presiden Soeharto melakukan kunjungan ke Sorowako di Sulawesi Selatan untuk meresmikan fasilitas penambangan dan pabrik pengolahan nikel.
    Image
    Peresmian prasarana fisik dan pengolahan di Sorowako
    31 Maret 1977
1978
  • Produksi komersial pertama
    Setelah 10 tahun kerja keras, pengolahan di Sorowako akhirnya membukukan produksi komersial pertama kami.
    Produksi komersial pertama
    1 April 1978
  • PLTA Larona dengan kapasitas 165 megawatt mulai beroperasi

    Menteri Pertambangan dan Energi, Subroto, meresmikan PLTA Larona – PLTA pertama kami – yang memiliki kapasitas 165 megawatt.
    Image
    PLTA Larona dengan kapasitas 165 megawatt mulai beroperasi
    4 November 1978
1987
  • Menjadi perusahaan yang menguntungkan
    Terkait dengan harga nikel yang rendah pada saat itu, perusahaan mengalami kerugian hingga pertengahan 1980-an. Pada 1987, perusahaan mulai menghasilkan keuntungan.
    Menjadi perusahaan yang menguntungkan
1990
  • Perusahaan terbuka
    Inco Limited menjual 20% saham PTI pada masyarakat Indonesia melalui Bursa Efek Indonesia (IDX).
    Perusahaan terbuka
    16 Mei1990
1991
  • Dari 80 menjadi 100 juta pon

    PTI meningkatkan produksi nikel tahunan dari 80 juta pon menjadi 100 juta pon.
    Image
    Dari 80 menjadi 100 juta pon
1996
  • Perpanjangan Kontrak Karya pertama
    PTI menandatangani modifikasi dan perpanjangan Kontrak Karya dengan pemerintah Indonesia yang memberikan hak melakukan kegiatan penambangan hingga tahun 2025 di tiga provinsi.
    Perpanjangan Kontrak Karya pertama
    15 Januari 1996
1998
  • PLTA Balambono dengan kapasitas 110 megawatt mulai beroperasi

    PTI secara resmi mengoperasikan PLTA kedua, yaitu PLTA Balambano, yang memiliki kapasitas energy 110 megawatt.
    Image
    PLTA Balambono dengan kapasitas 110 megawatt mulai beroperasi
2000
  • Dari 100 menjadi 130.5 juta pon
    Sebagai bagian dari rencana peningkatan kapasitas produksi tahunan hingga 150 juta pon, PTI dengan bangga mengumumkan 30% peningkatan produksinya hingga 130.5 juta per tahun.
    Dari 100 menjadi 130.5 juta pon
2003
  • Penganugerahan Padma Award atas pengembangan masyarakat

    Penganugerahan penghargaan bergengsi Pandu Daya Masyarakat (Padma Award) yang diberikan langsung oleh presiden Megawati Soekarno Putri kepada PTI, bersama dengan 20 perusahaan energi dan mineral lainnya, atas kontribusi besar yang diberikan kepada masyarakat lokal.
    Image
    Penganugerahan Padma Award atas pengembangan masyarakat
  • Blok Petea
    Perusahaan memulai pengembangan area tambang baru di Petea.
    Blok Petea
2005
  • Sistem Bag House
    Sebagai bagian dari upaya kami untuk mengurangi emisi, teknologi sistem Bag House pertama dipasang di Furnace No. 4.
    Sistem Bag House
2011
  • Go Live One Vale

    Proyek One Vale (implementasi sistem ERP) Go Live dengan lancar untuk mengintegrasikan dan menstandarisasi proses bisnis PTI mengikuti solusi proses bisnis global di seluruh unit Vale.
    Image
    Go Live One Vale
    4 Juli 2011
  • PTI menjadi PT Vale Indonesia Tbk.
    Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perubahan nama perusahaan dari PTI menjadi PT Vale Indonesia Tbk., sebagai hasil dari akuisisi saham Inco Limited dari Canada sebesar 60.8% oleh Companhia Vale do Rio Doce (CVRD) dari Brazil di tahun 2006.
    PTI menjadi PT Vale Indonesia Tbk.
    27 September 2011
  • PLTA Karebbe dengan kapasitas 90 megawatt mulai beroperasi

    CEO Vale Murila Ferreira mengunjungi Sorowako dan menyaksikan secara langsung PLTA Karebbe yang memiliki kapasitas 90 megawatt beroperasi.
    Image
    PLTA Karebbe dengan kapasitas 90 megawatt mulai beroperasi
    12 Oktober 2011
2012
  • Peresmian perubahan nama
    Vale Indonesia
    Peresmian perubahan nama Vale Indonesia
1937
1968
1970
1973
1977
1978
1987
1990
1991
1996
1998
2000
2003
2005
2011
2012


Indonesia © 2012 - PT Vale Indonesia Tbk. | All rights reserved.